DAMASKUS– Seorang mantan tentara AS, Eric Harroun (30), menjadi seorang pejuang Jabhah an-Nushrah, salah satu organisasi terbesar Mujahidin Suriah yang berjuang untuk pembentukan negara Islam, lapor Fox News.

Harroun yang berasal dari Phoenix, Arizona mengatakan ia telah memeluk Islam dan sekarang telah menjadi seorang Muslim Sunni.  Dia menjadikan “Israel” dan Iran sebagai musuh dan mendukung sepenuhnya perjuangan oposisi Suriah melawan rezim Assad.

Seorang warga negara AS ini mengatakan bahwa di awal kedatangannya di Suriah, ia bergabung dalam jajaran batalion pemberontak di mana banyak pejuangnya terpengaruh sekulerisme.  Dalam salah satu pertempuran, hampir semua rekan-rekannya tewas.  Sejak saat itu ia bergabung dengan Jabhah an-Nushrah yang memberinya julukan “Amriki”.

Harooun mengatakan, selama bentrokan di Suriah, ia sendiri telah membunuh beberapa tentara Assad dan milisi Shabiha juga milisi Iran.

Ayah Harroun mengatakan militer As mengirim anaknya menjadi tentara cadangan setelah cedera serius dalam kecelakaan mobil yang terjadi pada tahun 2003.

Setelah kecelakaan itu, ia menghabiskan waktu yang lama di rumah sakit di mana bagian dari tengkoraknya diganti dengan pelat baja.  Sang ayah menambahkan bahwa ia tidak benar-benar memahami apa yang terjadi pada anaknya, tapi yang ia ingat setelah pemecatannya dari tentara ia sangat tertekan.

Pada foto-foto terakhir yang diposting di halaman Facebooknya, Harroun, bagaimanapun tidak terlihat tertekan, tetapi sebaliknya, ia selalu tersenyum dan tampak menikmati hidupnya.  Gambaran yang sama dapat dilihat pada rekaman video yang diposting di YouTube, lansir Kavkaz Center.() arrahmah.com, 16/03/2013

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top