Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Politik

Ekonomi

Berita Nasional

Berita Internasional

Tsaqafah

Klik Gambar

» » » Begini Cara Menjawab Logika Pandir Para Pembenci Khilafah

KH. Syamsuddin Ramadhan


Menjawab Logika Pandir Para Pembenci Khilafah

Oleh: KH. Syamsuddin Ramadhan

Sering sudah kita dengar ucapan entah itu tokoh, profesor, akademisi, pakar, dan lain-lain yang tanpa sadar telah menyingkap kebodohan dan keawaman mereka sendiri,"Kalo Khilafah memang lebih baik dari demokrasi, mana contohnya? Negara Timur Tengah yang pakai Islam berantem melulu? sarang korupsi, dan bla..bla...

Penjelasannya:

(1) Menegakkan Khilafah dan syariat Islam adalah kewajiban bagi orang Mukmin sama seperti halnya kewajiban mengerjakan sholat, puasa, dan lain-lain. Menegakkan sholat dan puasa tidak perlu contoh atau bukti 'apakah yang mengerjakan sholat" menjadi lebih baik atau lebih buruk daripada yang tidak sholat. Jika orang yang sholat ternyata kelakuannya buruk, bukan berarti sholat itu jadi tidak wajib atau sia- sia. Sebaliknya, jika orang yang sholat ternyata kelakuannya baik, tidak berarti kita sholat karena orang itu. Bukan, kita sholat karena sholat itu diwajibkan dalam Quran dan sunnah. Sama seperti Khilafah. Menegakkan Khilafah tidak perlu contoh, tetapi memerlukan keimanan dan kebersihan hati untuk menerima hukum Allah dan Nabi yang termaktub dalam Quran dan Sunnah.

(2) Kalo perlu contoh saat sekarang, sesungguhnya yang meminta contoh itu benar-benar lalim dan mengada-ada. Mengapa demikian? Sebab, Khilafah memang belum dipraktekkan dan ditegakkan. Negara Timur Tengah tidak ada satupun yang menerapkan sistem Khilafah bahkan penguasanya membenci Khilafah. Jangan jadikan mereka sebagai gambaran syariah dan Khilafah. Jadikan Nabi dan Khulafaur Rasyidin sebagai contoh, niscaya Anda tidak akan mencemooh Khilafah.

(3) Jika ingin bukti kebaikan dan keberkahan Khilafah, biarkan kami tegakkan dan jangan Anda halangi. Demi Allah, saat Khilafah berdiri, orang akan dengan cepat meninggalkan demokrasi dan aturan kufur, dan enggan berpisah dengan Khilafah dan syariah.(ki sepi ing pamrih)

Sumber:https://www.facebook.com/syamsuddin.ramadhan 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply